Sunday, December 25, 2011

kenapa aku malas sembahyang..



Kenapa aku malas sembahyang,

Allah bagi aku jasad siap bayang-bayang,
Bukan ke lebih beruntung daripada tiang,
Berdiri tanpa roh malam siang,

Kenapa aku malas sembahyang,
Kerja dah 'best' keluarga pun dah senang,
Negara pun dah aman tidak lagi hidup berdagang,
Takkan 5 minit 5 waktu pun aku tak boleh luang,



Kenapa aku malas sembahyang,

Allah bagi aku otak supaya tak bingung,
Allah bagi aku ilmu boleh fikir susah senang,
Allah bagi nikmat kenapa aku tak kenang,

Kenapa aku malas sembahyang,

Main bola aku sanggup main sampai petang,
Beli tiket konsert aku sanggup beratur panjang,
Apalah aku ingat boleh suka-suka je masuk syurga,



Kenapa aku malas sembahyang,

Aku kena ingat umur kita bukannya panjang,
Pagi kita sihat petang boleh kejang,
Nanti dalam kubur kena seksa sorang-sorang,

Kenapa aku malas sembahyang,

Siksa neraka cubalah aku bayang,
Perjalanan akhirat memang terlalu panjang,
Janji Allah SWT akan tertunai tiada siapa boleh halang,


" Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan "

Sunday, December 4, 2011

Hidup ni susah nak di duga..

Hidup ini susah kita nak duga..

Kadang kadang, kita merasakan amat dekat dengan seseorang,

tapi sebenarnya amat ketara apa yang dirasanya..

Amat jauh dengan apa yang kita fikirkan..

Kehadiran kita langsung tak disenanginya,

Walau kita dapat menyentuh jemarinya,

belum tentu hati dia dapat kita selami..

Mungkin , kita boleh buat dia ketawa..

Mungkin kita selalu membuatnya tersenyun suka..

Dan kita selalu menenangkan jiwa yang resah..

Namun, kita tak tahu apa makna senyumannya..

Dan pabila air mata yang mengalir itu,

kita selalu ada di sisinya

namun, mungkin pada hakikat sebenar

kehadiran kita sedikit pun

tak menyenangkan hatinya..



kita selalu yakin sangat dengan diri sendiri,

bagi kita semua yang kita buat betul,

semua orang silap, kita punya hujah,

wahai hati yang angkuh,

pulanglah kepada Tuhanmu..

bukalah mata, bangun dari lena….

Sunday, October 2, 2011

Maaf..Aku Tidak Mencintaimu

Jika hanya kerana keindahanmu…

Pantaskah hati ini mengagumimu

dengan lantunan syair yang kutuliskan

untuk memprosakan kata Cinta yang menyiksa,

padahal kau hanyalah sebutir pasir kasar

di antara sahara gersang ketidaksempurnaan,


Pantaskah hatiku terus

menyanjung ketidaksempurnaanmu

dengan terus menuliskan bait kasih sayang

untuk melukiskan perasaan

yang hanya akan berakhir pada fatamorgana…..

Haruskah jiwa ini kusandarkan

pada perasaan yang equliubriumnya

hanya berujung pada perih dan bahagia….


Haruskah harapan ini kupanjatkan

pada mahluk tak sempurna

yang hanya akan mengombang-ambingkan

diriku dalam tangisan luka…..

Jika hanya karena paras, harta dan tuturmu….


Apakah pantas rasa kasih ini

ku tambatkan di dermaga harapmu

kerana setia pada inderaku yang semu…


Saat ku tahu ketampananmu

akan berubah menjadi kulit yang menua….

Saat ku sedari hartamu akan berubah menjadi tanah dan debu…..

Saat kumengerti rasa humor dan kepandaianmu

akan beranjak menjadi amarah……

Saat kupercaya kekuatan dan keperkasaan mu

akan berubah menjadi lumpuh, lemah tak berdaya…..

Saat pengabdianmu berubah menjadi penghianatan pencari tuan……

Saat ku tahu hidupmu yang kupercaya

menjadi pelita di tiap sudut jiwaku

akan berubah menjadi gelapnya kematian dan kehancuran……


Jika rasa cinta yang kurasa

begitu menggebu ini setanding

dengan cinta seorang ibu atas anaknya

yang begitu setia dengan penuh kelembutan

dan kasih sayang dalam membesarkan anaknya


Maka atas nama cinta

masih mampukah

aku tak memperkeruh kesuciannya

yang biasa kuberikan dikala sang anak

tumbuh besar dan mendurhakai

seluruh kebajikan yang telah sang ibu berikan…….


Jika kunyatakan cintaku

putih seputih iringan awan,

mampukah aku menjaganya

diantara derasnya tiupan angin

hingga tak berubah menjadi sekelam mendung….


Jika kunyalakan pelita sebagai pemancar

cahaya dalam qolbu

yang sedang dilingkupi gelita

sebagai ungkapan kata cinta….

maka,sanggupkah aku menahannya

untuk tidak memadam saat

hembusan halus angin datang menyerang


Maaf kurasa ku takkan mampu nyatakan cinta karena saat ini ku sedang belajar memahami sahutan rerumputan hijau yang bersenandung menyanjung kalimat cinta….

…..atau biarlah mereka saja yang berpuisi kalimat cinta......

…..atau biarlah mereka saja yang berpuisi kalimat cinta…..

Saturday, September 24, 2011

Rintihan Kalbu

Hari ini tiada senda dalam bicara
Deru air mata merupakan segalanya
Sang hati bicara sendiri
Bangunkan ummah bina generasi

Di bumi yang bertuah ini
Diriku mula mengenali
Matlamat hidup sebagai abid
Kepada Allah, Allahurabbi

Diriku kini sebebas unggas
Terbang riang diangkasa raya
Menyanyi merdu irama kalbu
Indah, indahnya, Oh…indahnya

Wahai generasi dengarlah pesanan
Bumi ini bumi bertuah
Suburnya sesubur tanaman di lembah
Melahirkan insan berjiwa tabah

Kutiplah mutiara-mutiara indah
Untuk bekalan diri berpindah
Sebelum jejak kaki melangkah
Sebelum penyesalan membawa padah

Sahabat seperjuangan
Usah digentar musuh di hadapan
Pandanglah di depan balasan Tuhan
Syurga Firdaus menanti kalian

Teruskan oh teruskan
Perjuangan menegak kebenaran
Di dalam kebungkaman akhir zaman
Selagi hayat dikandung badan

Wahai teman seperjuangan
Dengarlah harapanku ini
Pohon untukku dalam doamu
Diriku pejuang Islam yang satu

++ Followers ++

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...